Senin, 30 Mei 2011

Keajaiban Sedekah


1 dari 2 Kompasianer menilai Inspiratif.
hari itu aku sedih bukan kepalang,air mataku mengalir tak terbendung,sesekali aku harus berenti di dalam perjalannku pulang menuju asrama karena menghapus air mataku,beberapa orang memndang aneh kepadaku, aku tak perduli.. hati ku pilu.. bagaimana tidak aku mendengar kabar dari indonesia bahwa ibu ku baru saja keluar dari UGD karena sakit maag kronis yang di idap nya kembali kambuh,,
memang ibu ku mengidap sakit maag akut,tapi tak pernah separah ini hingga beliau masuk ke ruang UGD ssampai 2 kali, ayah ku sampai menangis karena ketakutan melihat ibu ku seperti orang yang sedang di jemput maut..sakit tak tertahan kan..
hati ku pilu karena aku tak bisa melakukan apapun disini.. jarak puluhan ribu kilometer memisahkan ku dengan ibu..
“ya Allah.. Engkau maha dekat… serta aku sedang jauh.. Ya Allah.. aku tak bisa melakukan apapun untuk ibu ku karena jauh nya jarak kami.. hanya doa lah yang bisa aku panjatkan kepadamu.. “
hanya doa yang mampu aku panjatkan sepanjang jalan menuju pergantian bis di pasar sentarl tempat dimana aku melewati nya setiap hari, entahlah.. di pojok lorong penyebarangan jalan aku melihat dua orang pengemis yang tidak biasa nya mangkal di pasar sentral.
2 orang kakek kakek, yang 1 nya tanpa kaki dan yang satu nya berdiri di samping nya sambil memberikannya 1 gelas teh panas.. maklum udara sedang dingin, 2 orang pengemis sedang kedinginan meskipun air mata ku terus menggenang di pelupuk mataku karena kesedihan ku yang mendalam,tetapi pemandangan 2 orang pengemis tersebut tak luput dari sorotan ku..
seakan-akan kaki ku ada yang mengarahkan ke arah 2 orang pengemis tadi.. semua logika ku lumpuh melihat kesengsaraan hidup mereka berdua..
1 lembar uang jatahku bulan ini kuberikan kepada seorang pengemis yang tak berkaki,tapi sayang.. karena aku tak tepat memberinya maka uang tersebut jatuh,pengemis yang satu nya lagi yang sedang berdiri di samping nya membantunya mengambilkannya.
subbhanallah..
seakan akan allah memberiku pelajaran baru, pemandangan ini membuat ku tersadar.. betapa seorang pengemispun yang hidup nya susah seperti beliau ini tidak merasa iri ketika aku memberi hanya seorang di antara mereka,dan tidak berusaha pergi dengan membawa uang yang bukan hak nya tersebut, melihat hal itu tidak adil rasa nya jika aku hanya memberi seorang sedang yang seorang lagi memiliki sifat yang sangat lapang itu.
kurogoh kembali kantong ku dengan cepat.. ku ambil sisa 1 lembar terakhir uang saku ku untuk bulan ini untuk pengemis yang 1 nya lagi.
dengan terheran mereka berdua tersenyum serta mendoakan ku
“semoga Tuhan memberimu keselamatan dan kesehatan”
doa yang terdengar lantang dan tulus.. dalam hati aku berdoa kepada Allah “Ya Rabb.. sedekah ini aku berikan untuk kesembuhan ibu ku! jagalah kesehatan nya.. demi kasih sayang Mu Ya Rabb.. ampuni aku dengan segala keterbatasan ku.. aku tau Engkau maha dekat.. penggenggam seluruh alam semesta..Engkau yang memberikan penyakit maka kepadaMu lah aku memohon kesembuhan untuk iBuku..amin”
air mata ku terus berlinang sepanjang perjalanan.. aku berharap ibu akan segera sembuh.. aku tak perduli jika 2 minggu kedepan aku lalui tanpa sepeser uang pun.. karena kesembuhan ibu ku lah yang terutama.
** kejadian ini telah berlalu 4 bulan,alhamdullillah sampai detik ini.. ibu sudah segar kembali.. meskipun tetap menjalankan ikhtiar.. untuk tidak melanggar pantangan yang di beri dokter. dan sakitnya beralih kesembuhan.
*** cerita ini di maksud kan untuk memberikan sebuah hikmah dari keajaiban sedekah yang insyallah di niatkan tulus.. aku tak bermaksud pamer atau riya,tetapi mudah-mudahan kita semua bisa memetik hikmah nya..
amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar